Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan loose parts sebagai media pembelajaran literasi interaktif bagi anak usia dini. Pendekatan loose parts memungkinkan anak untuk belajar melalui eksplorasi dan manipulasi objek konkret, yang dapat meningkatkan keterampilan literasi mereka. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan mixed-methods (kuantitatif dan kualitatif). Sampel penelitian terdiri dari 60 anak usia 4–6 tahun yang terbagi dalam dua kelompok: kelompok eksperimen (loose parts) dan kelompok kontrol (metode konvensional). Pengukuran keterampilan literasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, serta didukung oleh observasi keterlibatan anak dan wawancara dengan guru PAUD. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji-t, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar menggunakan loose parts mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan literasi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan 73,8% dalam skor literasi, sementara kelompok kontrol hanya meningkat 34,2%. Observasi juga menunjukkan bahwa anak-anak lebih antusias dan aktif berpartisipasi dalam pembelajaran berbasis loose parts. Wawancara dengan guru mengungkapkan bahwa pendekatan ini membuat anak lebih kreatif dalam memahami konsep literasi. Penggunaan loose parts terbukti sebagai media pembelajaran literasi yang efektif dan inovatif bagi anak usia dini. Loose parts tidak hanya meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga mendorong keterlibatan anak dalam proses belajar secara lebih aktif dan eksploratif. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum PAUD, dengan dukungan pelatihan bagi guru serta penyediaan sumber daya yang memadai.