Abstract

Ketahanan pangan nasional merupakan isu krusial yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia, karena meningkatnya jumlah penduduk dan perubahan iklim. Metode Smart Farming merupakan solusi inovatif yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi seperti IoT, Big Data dan Analytics, Artificial Intelligence (AI), dan Integrated Farm Management. Penerapan metode Smart Farming diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kuantitas produk pangan, sehingga dapat mengurangi kuantitas impor pangan. Optimalisasi transformasi digital Smart Farming dapat dianggap berkelanjutan dari perspektif ekonomi digital. Adaptasi teknologi
digital di sektor pertanian secara langsung memaksa para pelaku Smart Farming untuk berpikir praktis, sehingga menghasilkan tata niaga yang lebih singkat dan manfaat langsung bagi petani. Teori inovasi terbuka dan teori keberlanjutan sangat erat kaitannya dengan tulisan ini, karena
metode Smart Farming merupakan inovasi di sektor pertanian yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional. Membuat sistem pertanian menjadi lebih lincah, mengurangi pemborosan, dan membawa pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan sangat penting. Metode Smart Farming
merupakan inovasi di sektor pertanian yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional, membuat sistem pertanian lebih lincah dan mengurangi limbah, sehingga memungkinkan proses produksi lebih cepat. Penerapan konsep ekonomi digital dalam Smart Farming dapat membawa pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan.