Abstract

Tanaman karet merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi. Untuk memperoleh bahan tanaman yang baik, biji karet sebagai salah satu bentuk bahan tanaman harus dikenal baik kemurnian dan kesegarannya. Penelitian telah dilakukan di Desa Madang Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan dengan ketinggian tempat 110 m di atas permukaan laut (dpl). Dilaksanakan pada bulan Juli-September 2023. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial  (RAL F) terdiri atas dua faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama suhu penyimpanan (T) yang terdiri atas empat taraf perlakuan yaitu suhu 200 C (T1), suhu 250 C (T2), suhu 300C (T3), dan faktor suhu 350C (T4). Faktor kedua jenis media simpan (M) yang terdiri atas empat taraf, yaitu:  tanpa media penyimpanan (M1), serbuk arang kayu (M2), serbuk gergaji (M3), dan sekam padi (M4). Setiap perlakuan terdiri atas 100 benih karet dan diulang tiga kali, sehingga jumlah benih karet yang digunakan sebanyak 4.800 benih. Data hasil pengamatan diolah menggunakan program ANOVA (Analysis of Varians). Jika hasil pengujian sidik ragam nyata pada taraf 5%, maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan polynomial orthogonal. Kombinasi perlakuan antara suhu pengiriman 200 C dengan media simpan serbuk gergaji terdapat interaksi, memberikan pengaruh nyata terhadap peubah persentase benih tidak tumbuh, laju perkecambahan benih, tinggi bibit, dan jumlah daun bibit tanaman karet..