Abstract

Pendidikan menjadi kebutuhan dalam mengembangkan sumber daya manusia. Proses pendidikan melibatkan tenaga pengajar dan juga peserta didik. Tenaga pendidik yang kompeten akan berdampak baik bagi siswa serta kualitas pendidikan. Apresiasi terhadap tenaga pendidik sangat diperlukan agar dapat meningkatkan kualitas dan perkembangan pendidik. Namun, sering kali proses penilaian diabaikan atau kurang efektif sehingga harus dilakukan proses identifikasi. Kendala yang hadir dalam proses penilaian yaitu dimana proses pemilihan guru teladan masih dilakukan secara manual atau berdasarkan data yang kurang lengkap dan tanpa menggunakan metode perhitungan yang sesuai. Sehingga hasil yang diperoleh kurang efisien dan tepat. Hal tersebut mengakibatkan menurunnya keinginan atau semangat para guru dalam meningkatkan kualitas. Metode Profile Matching memiliki mekanisme pengambilan keputusan berdasarkan tingkat variabel nilai prediktor acuan yang harus dipenuhi objek alternatif. Identifikasi pemilihan guru teladan dilakukan untuk memilih guru teladan yang memiliki kualitas dan kinerja maksimal. Hasil perhitungan metode yaitu nilai maksimal sebagai rekomendasi pilihan teratas dan nilai minimal sebagai pilihan terbawah. Nilai maksimal teratas dan nilai yang memenuhi kuota dapat direkomendasikan untuk memperoleh apresiasi dari pihak sekolah.