Abstract

Pendidikan menjadi hal wajib yang harus dipenuhi karena sangat berdampak terhadap perkembangan sumber daya manusia. Pendidikan akan selalu berkembangan sesuai dengan zaman dan kebutuhan kehidupan sehingga perlunya dukungan dalam dunia pendidikan. Salah satu dukungan yang dapat dilakukan untuk dunia pendidikan yaitu program beasiswa. Beasiswa akan disalurkan ke siswa berdasarkan sejumlah kriteria yang wajib dipehuni siswa. Proses penyaluran sering kali kurang tepat atau efisien sehingga butuh untuk diidentifikasi lebih lanjut. Permasalahan tersebut dapat menghambat proses dan tahapan pembelajaran. Metode SAW dikenal sebagai metode yang sederhana dan mudah untuk pengambilan keputusan dari sejumlah alternatif. Identifikasi yang dilakukan pada proses pemilihan penerima beasiswa untuk menentukan layak atau tidak layaknya siswa untuk menerima beasiswa. Sehingga pihak sekolah dapat menyalurkan beasiswa kepada siswa yang tepat dengan proses yang lebih efisien dan waktu yang lebih singkat. Alternatif AL3 dengan nilai 0,9625 merupakan alternatif dengan nilai paling maksimal. Alternatif AL5 dengan nilai 0,78175 merupakan alternatif dengan nilai paling minimal. Proses pengambilan keputusan dapat dilakukan pihak sekolah berdasarkan hasil perhitungan metode SAW serta jumlah kuota penerima beasiswa.