Abstract

Meningkatnya penggunaan sosial media di kalangan masyarakat telah banyak dimanfaatkan oleh dunia bisnis melalui strategi pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan minat beli terhadap suatu produk atau jasa. Penelitian dilakukan untuk menggali faktor elektronik word of mouth (E-WOM) yang terdiri dari information credibility, information quality, information quantity, dan need of information apakah dapat mempengaruhi keinginan konsumen dalam melakukan pembelian melalui information adoption. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dari follower akun TikTok produk Heavenly Blush. Jumlah sampel dihitung dengan menggunakan rumus dari Memon et al. (2020) dengan jumlah indikator penelitian sebanyak 27. Jumlah sampel yang terkumpul sejumlah 190 sampel, akan tetapi yang dapat diolah hanya  sebanyak 154 sampel. Teknik Partial least square-structural equation modelling dengan menggunakan software SMART PLS digunakan untuk menganalisa data. Hasil penelitian menunjukkan information credibility, information quality dan information quantity berpengaruh terhadap information adoption, akan tetapi need of information tidak. Selain itu information adoption berpengaruh terhadap purchase intention, serta information adoption memediasi pengaruh information credibility, information quality and information quantity. Penelitian mampu membuktikan pentingnya information adoption untuk meningkatkan minat beli. Untuk memastikan bahwa pengguna TikTok mau mengadopsi suatu informasi bukan karena kebutuhan akan informasi tersebut, akan tetapi pada tingkat kredibilitas, kualitas dan jumlah informasi yang dapat diakses oleh para pengguna TikTok yang lain.