Pengaruh Interval Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Daun Kelor dan Macam Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah
Abstract
Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak diminati di Indonesia. Rendahnya produksi cabai merah salah satunya dikarenakan belum optimalnya sistem kultur teknis dalam budidaya tanaman. Untuk memperbaiki unsur hara pada tanah dapat dilakukan dengan pemupukan. Selain pupuk, keberhasilan budidaya tanaman adalah kesesuaian media tanam bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair daun kelor dan macam media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan pertama yaitu P0 = tidak diberi perlakuan POC, P1 = diberi 1 minggu setelah tanam, P2 = diberi 3 minggu setelah tanam. Perlakuan kedua, perbandingan media tanam (M) yaitu M0 = tanah top soil, M1 = tanah top soil : pupuk kandang kotoran sapi : pasir = 2 : 1 : 1, M2 = tanah top soil : pupuk kandang kotoran sapi : pasir = 1 : 1 : 1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil analisis sidik ragam terhadap peubah yang di amati diketahui bahwa pengaruh pupuk organik cair daun kelor berpengaruh nyata pada taraf 1% terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan media tanam memberikan hasil tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, namun berpengaruh nyata pada taraf 1% terhadap jumlah cabang, umur berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah, biomassa basah dan biomassa kering. Interaksi antara pupuk organik cair daun kelor dan media tanam berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah dan biomassa kering, namun berpengaruh nyata pada taraf 1% terhadap biomassa basah.
Kata Kunci: POC Daun Kelor, Media Tanam, Cabai Merah, Produksi, Pertumbuhan.