Penurunan Bilangan Asam dalam Peningkatan Kualias Minyak Nilam Menggunakan Beragam Basa Lemah
Abstract
Abstrak
Minyak nilam telah lama menjadi komoditas berharga dalam industri parfum, kosmetik, dan farmasi atau pengobatan. PT. XYZ, sebagai produsen minyak nilam menghadapi tantangan serius dalam hal peningkatan kualitas minyak nilam yang dihasilkan. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan penambahan basa lemah dengan tujuan penurunan bilangan asam yang dapat berdampak pada aroma minyak nilam yang dihasilkan. Adapun basa lemah yang digunakan diantaranya Natrium karbonat, Natrium bikarbonat, dan Amonium bikarbonat dengan masing-masing basa lemah diberi perbedaan kadar yang digunakan diantaranya 2%, 4%, dan 6%. Berdasarkan hasil percobaan, diketahui basa lemah yang dapat menurunkan bilangan asam minyak nilam secara optimal adalah Amonium bikarbonat 2% yang mana basa lemah tersebut dapat menurunkan bilangan asam sebesar 73.6%. Selain itu, uji fisik juga dilakukan untuk meninjau sampel mana saja yang memiliki tingkat kemurnian terbaik dengan aspek uji diantaranya berat jenis, indeks bias, dan putaran optik menggunakan berbagai instrumen laboratorium yang berbeda. Berdasarkan uji fisik sampel didapatkan hasil optimal pada setiap aspek uji diantaranya berat jenis yaitu sampel minyak nilam dengan penambahan Amonium bikarbonat 2% senilai ~0.958, indeks bias yaitu sampel minyak nilam dengan penambahan Natrium karbonat 2% senilai 1.50718, dan putaran optik yaitu sampel minyak nilam dengan penambahan Natrium bikarbonat 4% senilai -49.243. Penentuan hasil terbaik didasarkan pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-2385-1998 tentang spesifikasi minyak nilam layak edar.