Abstract

Total 12 responden mengandalkan penanaman jagung sebagai sumber utama pendapatan, sementara 10 orang terlibat dalam usaha lain-lain. Beberapa di antara mereka, termasuk 5 pekerja harian lepas, 3 buruh tani, dan 3 pemilik warung, mencari pekerjaan tambahan karena memiliki lahan yang lebih kecil atau pinjaman.Dari 12 petani jagung, beberapa hanya mengandalkan penanaman jagung sebagai satu-satunya sumber pendapatan karena memiliki lahan sendiri yang luas. Namun, sebagian besar lainnya dengan lahan pinjaman lebih kecil cenderung mencari pekerjaan tambahan seperti penanaman ubi, pekerja harian lepas, buruh tani, pemilik warung, petani karet, sawit, PNS, dan pendamping usahatani jagung.Analisis strategi nafkah memperlihatkan sektor on farm memiliki persentase responden 28%, sedangkan sektor off farm dan non farm masing-masing 3% dan 12%. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang strategi nafkah petani jagung di kelompok Tani Saka Makmur, relevan untuk pengembangan kebijakan dan program pemberdayaan ekonomi di wilayah tersebut.