Abstract

Di zaman digital seperti ini, masyarakat berbondong-bondong menyambut teknologi sebagai tanda demokrasi konsumsi, yaitu teknologi telah menjadi kendaraan bagi para konsumen dalam mengambil kebebasan berkonsumsi. Namun, di sisi lain banyak tuntutan yang didapatkan, terutama dalam hal perdagangan, sehingga dibutuhkan kemahiran untuk menggunakan jalur perdagangan online untuk memasarkan produk dan memahami pelaku yang terlibat di dalamnya. Pedagang sayur sekaligus buah sebagai subjek dalam penelitian ini menggunakan kode QR dari QRIS sebagai salah satu metode pembayaran selain cash di lapaknya. Penggunaan GrabMart dari aplikasi Grab juga dimanfaatkan oleh pedagang sayur dan buah demi menjangkau konsumen lebih luas lagi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana ciri-ciri dan perilaku pelaku perdagangan komoditas pertanian berupa sayur-sayuran dan buah-buahan, baik yang berlangsung secara tradisional maupun modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian fenomenologi. Penelitian fenomenologi adalah penelitian yang fokus utamanya berdasarkaan pengalaman hidup suatu kelompok atau individu secara subjektif. Teknik yang digunakan oleh peneliti yaitu wawancara terpusat. Peneliti memilih teknik wawancara terpusat karena peneliti akan memperoleh informasi dengan cara-cara tanya jawab secara langsung dengan subjek yang diteliti dengan menggunakan pedoman wawancara dengan mencatat poin-poin dalam wawancara mengenai bagaimana ciri-ciri dan perilaku pedagang sayur dan buah setelah bertranformasi dari yang awalnya hanya memiliki lapak konvensional menjadi merchant. Berdasarkan pembahasan dan hasil analisis data yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa transformasi pedagang sayur dan buah menjadi merchant menyebabkan adanya perubahan perilaku yang dialami oleh pedagang dan konsumennya. Masuknya penjual ke dalam e-commerce mengharuskan penjual untuk lebih melek dengan teknologi digital serta dapat membaca apapun yang terjadi di dunia digital.