PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DI KECAMATAN LUBUKLINGGAU BARAT II KOTA LUBUKLINGGAU
Abstract
Masalah pada penelitian ini adalah beberapa pegawai ada yang tidak bisa dalam menjalankan pekerjaannya menggunakan komputer dan masih kurangnya kecakapan dalam menjalankan tugas, cara menyampaikan informasi kepada penerima informasi masih belum memuaskan dan masih kurangnya tindakan dalam berkomunikasi sesuai dengan pesan yang disampaikan dan kurangnya tanggung jawab pegawai dalam melaksanakan tugasnya sehingga pekerjaan yang dilakukannya menjadi kurang maksimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji regresi sederhana, koefisien korelasi, uji t, uji regresi berganda, uji determinasi dan uji f. Pengujian hipotesis pertama yaitu variabel kompetensi (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) menunjukan t hitung menghasilkan koefisien sebesar 9,561, t tabel sebesar 1,674. Dengan hasil ini dapat dikatakan bahwa kompetensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja pegawai. Pengujian hipotesis yang kedua yaitu variabel Komunikasi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) menunjukan t hitung menghasilkan koefisien sebesar 13,927, t tabel sebesar 1,674. Dengan hasil ini dapat dikatakan bahwa komunikasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja pegawai karena thitung (13,927) > t tabel (1,674). Dan pengujian hipotesis ketiga didapat bahwa nilai fhitung yang diperoleh adalah sebesar 152,249 > Ftabel = 3,18 dan tingkat signifikan secara serentak sig F adalah 0,000b. Hal ini menunjukan bahwa kompetensi (X1) dan komunikasi (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan Kinerja Pegawai harus ada Kompetensi sehingga dapat mengendalikan kinerja pegawai dalam menyelesaikan kemampuan kinerjanya sehingga didukung dengan komunikasi antar pegawai.