Abstract

Peneliti melihat adanya masalah komunikasi yang kurang baik antara pimipinan dan bawahan karena masih adanya sikap tidak peduli kepada sesama pegawai. Tujuannya untuk melihat Apakah Pengembangan Karir dan Budaya Organisasi berpengaruh terhadap kinerja, dan motivasi sebagai variabel intervening apakah mampu memediasi Pengembangan karir dan Budaya organisasi terhadap kinerja. Observasi dan interview digunakan sebagai metode pengumpulan datanya dengan variabel pengembangan karir (X1) dan budaya organisasi (X2). Hasilnya didapatkan bahwa kedua variable berpengaruh terhadap kinerja (Y) seorang pegawai, maka diperoleh nilai Fhitung = 13,781 sedangkan Ftabel = 2,85 , signifikan secara simultan 0,000 < (α) = 0,05, df = n – k = 42 – 2 – 1 = 39 sebesar Ftabel = 2,85. Hal ini menyebabkan Ho ditolak dan Ha diterima. Dan hasil dari Path analisis motivasi (Z) memediasi pengaruh kedua variabel tersebut terhadap (Y) bahwasanya ada pengaruh yang signifikan.Diperoleh Fhitung = 12,060, Ftabel = 2,85 signifikannya 0,000 < (α) = 0,05, df = n – k = 42 – 2 – 1 = 39 sebesar Ftabel = 2,85. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi terbukti bahwasanya hubungan yang dimiliki penelitian ini positif dan signifikan.