Abstract

Masalah pada peneliitan ini adalah: a. Budaya Organisasi: 1). Masih adanya kebiasaan pegawai ketika tugas yang diberikan oleh atasan belum terealisasikan dengan tepat waktu, 2). Masih adanya kebiasaan pegawai yang kurang cermat dan teliti dalam menjalankan program kerja. 3).   Masih ada pegawai yang belum menunjukan perilaku ramah dalam bekerja. Kompetensi: 1). Masih ada beberapa pegawai yang kurang terampil dalam mengoperasionalkan komputer. 2). Masih belum optimalnya keahlian yang dimiliki beberapa pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. 3). Belum optimalnya pengetahuan serta keterampilan beberapa pegawai di bidang pekerjaannya. c. Kinerja Pegawai 1). Hasil kinerja pegawai belum membantu mencapai sasaran yang diharapkan.     2). Kinerja pegawai belum sesuai dengan rencana yang ditentukan. 3). Kualitas hasil kerja yang belum memuaskan. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Hasil penelitian: a. Secara parsial budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai, karena nilai thitung  = 3,842 lebih besar dari nilai ttabel 2,042 dengan tingkat signifikan = 0,001 < (α) 0.05. b. Secara parsial variabel kompetensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai, karena nilai thitung = 3,624 lebih besar dari nilai ttabel 2,042 dengan tingkat signifikan = 0,001 < (α) 0.05. c. Secara bersama-sama (simultan) budaya organisasi dan kompetensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas Utara, karena nilai Fhitung yang diperoleh adalah 12,430 > Ftabel = 3,32 dan tingkat kemaknaan secara simultan signifikansinya adalah 0,000 < (α) = 0,05.