PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN SEMANGAT KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH WILAYAH LUBUKLINGGAU
Abstract
Masalah pada penelitian ini adalah: a. Lingkungan kerja:1). Belum terciptanya temperatur udara yang baik, seperti AC kurang berfungsi dengan baik; 2). Lingkungan kerja belum kondusif karena ukuran ruangan yang sempit sehingga pegawai terlihat padat pada ruangan tersebut; 3). Sistem penerangan yang kurang baik dan kurang sesuai dengan kebutuhan. b. Semangat Kerja : 1). Masih ada beberapa pegawai Unit Pelaksanaan Teknis Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Lubuklinggau yang kurang bersemangat dalam dirinya sendiri untuk menyelesaikan tugas; 2). Masih kurangnya semangat kerja yang diberikan oleh atasan apa yang dilakukan bawahan dalam pekerjaannya; 3). Masih kurangnya apresiasi dan pujian dari atasan baik secara langsung maupun secara tidak langsung yang diberikan kepada para pegawai. c. Kinerja Pegawai 1). Lingkungan kerja yang belum sesuai bagi kelangsungan kerja pegawai, 2). Kurang adanya dorongan dari atasan untuk meningkatkan semangat kerja para pegawai, 3). Hasil kinerja pegawai belum membantu mencapai sasaran yang diharapkan secara optimal. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Hasil penelitian: 1). Lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Unit Pelaksanaan Teknis Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Lubuklinggau, menunjukkan nilai thitung = 3,908 lebih besar dari nilai ttabel 2,045 dengan tingkat signifikan = 0,000 < 0.05. 2). Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan semangat kerja sebagai variabel moderasi di Unit Pelaksanaan Teknis Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Lubuklinggau. 3). Menunjukan setelah adanya variabel moderasi (Semangat Kerja) maka diperoleh nilai R Square sebesar 0,445 atau 44,5% hal ini menunjukan hasil nilai R Square sebelum adanya moderasi sebesar 34,5 atau 34,5% sehinga variabel moderasi memperkuat pengaruh variabel lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai yaitu 44,5% - 34,5% = 10%. Besar hubungan variabel moderasi dalam memperkuat pengaruh variabel semangat kerja terhadap kinerja pegawai di Unit Pelaksanaan Teknis Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Lubuklinggau.