Abstract

Masalah pada penelitian ini adalah kurang sepenuhnya terlaksana, kurangnya kemampuan pegawai dalam mengatur waktu dalam menyelesaikan tugasnya masih belum tepat dan dan kurangnya tanggung jawab pegawai dalam melaksanakan tugasnya sehingga pekerjaan yang dilakukannya menjadi kurang maksimal. hipotesis kesatu variabel Budaya Organisasi (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) t hitung menghasilkan koefisien sebesar 9,855 sampel 47 ditemukan df = 47 (47-2) pada taraf signifikan sebesar 0,05 nilai kritis t tabel sebesar 1,679. Maka dikatakan bahwa Budaya Organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja pegawai karena thitung (9,855) > t tabel (1,679). Pengujian hipotesis variabel Kompetensi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) menunjukan t hitung sebesar 9,170 sampel 47 ditemukan df = 47 (47-2) pada taraf signifikan 0,05 nilai kritis t tabel sebesar 1,679. Maka dikatakan bahwa Budaya Organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja pegawai karena thitung (9,170) > t tabel (1,679).Ketiga didapat bahwa nilai fhitung yang diperoleh adalah sebesar 95,522  > Ftabel = 3,21 dan tingkat signifikan secara serentak sig F adalah 0,000b. bahwa Budaya Organisasi (X1) dan Kompetensi (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Maka dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan Kinerja Pegawai harus ada Budaya Organisasi sehingga dapat mengendalikan kinerja pegawai dengan Kompetensi dalam menyelesaikan kemampuan kinerjanya maka memberikan pengaruh terhadap kinerja pegawai.


Kata kunci—