Abstract

Autisme adalah gangguan perkembangan yang kompleks, dan diklasifikasikan sebagai anak-anak luar biasa yang sangat beragam. Pada anak  autisme sering terjadi marah, gangguan kognitif dan kemauan. Dalam hal perilaku, anak-anak  dengan  autisme sering  melukai diri  mereka  sendiri,  kurang  percaya  diri,  menjadi  agresif,  bereaksi yang  berlebihan  terhadap  rangsangan-rangsangan  dari  eksternal,  dan  menggerakkan  anggota  tubuh  mereka secara tidak wajar dan hal tersebut bisa mempengaruhi  pada perilakunya yaitu tantrum (mengamuk).  Perilaku tantrum  terjadi ketika anak terhalangi untuk melakukan sesuatu yang mereka inginkan. Orang tua mempunyai peranan sangat penting karena yang merawat, mengasuh sehari-hari terutama  pada ibu. Ketika anak merengek meminta makanan sedangkan makanan itu tidak boleh dikonsumsi, orang tua harus bijaksana, tidak mengikuti kemauan anak meskipun anak  tersebut merengek, berguling-guling,  dan berteriak  teriak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan kondisi yang terjadi pada anak autisme di Desa Pematang Johar, Sumatera Utara. Metode yang di gunakan adalah metode deskriptif dengan pendek atan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak autis menunjukkan pola-pola perilaku prososial yaitu tampak ekspresi yang di tunjukan saat meniru guru atau orangtua,  mampu menyapa  teman ketika diarahkan  orangtua  dan guru.